Umat Muslim

Rencana Dikbud Gabung Pelajaran Agama Islam dengan PKN Rencana Dikbud Gabung Pelajaran Agama Islam dengan PKN

Rencana Dikbud Gabung Pelajaran Agama Islam dengan PKN – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut rencena dikbud untuk menggabungkan pendidikan agama islam dengan pkn.

Beredar tangkapan layar artikel berita yang menarasikan Mendikbud berencana menggabungkan pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan. Artikel ini beredar di media sosial.

Belom kelar polemik RUU HIP muncul lagi rencana penggabungan pelajaran PAI & PKN ! Inikah perwujudan gagasan “ketuhanan yang berkebudayaan” ?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Terbukti sudah omongan yang mengatakan jika kita salah pilih orang, maka umat Islam akan terus dibikin repot selama 5 tahun. Masih ada yang mengelak tentang pentingnya urusan politik ? Mungkin kita masih bisa terus mengkritik, bikin mobil, bikin artikel, demo, dan berbagai cara memprotes pemerintah. Tapi bagaimanapun, yang meng-goalkan kebijakan adalah pemerintah. Mereka bisa mendengar & menerima protes kita, tapi juga bisa mengacuhkan & menolaknya. Bahkan opsi yang kedua ini lebih banyak terjadi. Protes dari kita lebih sering diabaikan, dan mereka tetap ngotot menjalankan agendanya.

Dengan begini, masihkah ada yang apatis dengan masalah politik ?
Mungkin hari ini kita masih bisa sholat berjamaah di masjid, masih bisa ikut kajian2, masih bisa beribadah dengan tenang, yang akhwat masih bebas berhijab syar’i, namun jika pemerintahan terus dipegang orang2 sekuler, liberal, kiri, kapheer harbi, dan orang2 yang tidak suka dengan islam lainnya, bisa2 kelak kebebasan kita untuk beribadah & menjalankan agama kita akan semakin terganggu. Mereka akan terus membuat kebijakan yang merugikan umat Islam.

Dengan begini, masihkah kita acuh tak acuh dengan politik ?
Memang sebagian umat Islam ada yang pro & kontra dengan masalah pemilu & parlemen, namun menurut pandangan saya pribadi, hal tersebut bukan hanya boleh, tapi wajib dimenangkan oleh umat Islam ! Karena ini hal yang darurat ! Bukankah dalam keadaan darurat sesuatu yang haram bisa menjadi boleh ?

Jangan sampai Islam di Indonesia disingkirkan lewat jalur politik ! Jangan sampai Islam di Indonesia tinggal goresan pena dalam buku2 sejarah ! Jangan biarkan Indonesia jadi Andalusia kedua !

Walaupun pihak Kemendikbud menyatakan hal ini (penggabungan mata pelajaran PAI & PKN) baru diskusi semata di internal mereka, namun hal ini harus kita kawal. Jangan sampai ketika umat lengah, ide ini diresmikan menjadi kebijakan.

Bertambah satu lagi PR yang harus dikawal oleh umat Islam, setelah beberapa waktu ada RUU P-KS (yang pembahasannya ditunda, bukan dibatalkan), kemudian RUU HIP (yang pembahasannya juga ditunda, bukan dibatalkan), dan sekarang ada lagi wacana penyatuan mata pelajaran PAI & PKN. Belum lagi masalah kemiskinan, pemurtadan, kebodohan, aliran sesat, paham sepilis, dan tidak mau bersatunya umat, serta seabrek masalah lainnya. Masalah umat Islam di negeri ini begitu lengkap yaa !”

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran kami, klaim bahwa Mendikbud berencana menggabungkan Pendidikan Agama Islam dengan Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah. Faktanya, isu ini sudah dibantah langsung oleh Kemendikbud dan tidak ada rencana menggabungkan dua mata pelajaran tersebut.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Totok Suprayitno menegaskan tidak ada rencana peleburan mata pelajaran Pendidikan Agama dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) seperti informasi yang beredar di publik.

Meski begitu, Totok mengakui, jika Kemendikbud terus melakukan kajian terkait penyederhanaan kurikulum 2013 yang berjalan saat ini. Namun hingga saat ini, belum ada keputusan akhir tentang bentuk penyederhanaan kurikulum 2013 tersebut.

“Bahan diskusi terakhir yang disampaikan ke saya adalah susunan kelompok mata pelajaran tidak ada digabung seperti itu, tetapi tetap berdiri sendiri seperti yang berlaku saat ini,” kata Totok dalam keterangannya, Kamis 18 Juni 2020.

Baca Juga:Ketentuan Menuntut Ilmu dalam Islam

Pernyataan tersebut disampaikan Totok menjawab beredarnya sebuah dokumen bertuliskan ‘Dokumen Rahasia’ di media sosial utamanya aplikasi percakapan Whatsapp terkait rencana penyederhanaan kurikulum tersebut. Dalam dokumen tersebut terdapat tabel yang bertuliskan mata pelajaran pendidikan agama bakal digabung dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Tampak sebuah paparan usulan peleburan mata pelajaran Agama kelas 1 hingga kelas 3 Sekolah Dasar (lower grade). “Yang diramaikan itu adalah bahan diskusi awal internal di antara tim kerja kurikulum. Diskusi masih terus berlangsung dan saat ini belum ada keputusan apapun dari kementerian,” tegas Totok.

Hal yang sama diungkapkan, Plt. Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), Hamid Muhammad juga menegaskan tidak ada rencana Kemendikbud melakukan penyederhanaan kurikulum dengan peleburan mata pelajaran Agama. Pembahasan penyederhanaan kurikulum 2013 itu sendiri dilakukan untuk merancang pembelajaran yang lebih efektif.

“Pusat Kurikulum menyiapkan penyederhanaan kurikulum yang disertai penyusunan berbagai modul pendukungnya,” tegas Hamid.

Lebih lanjut dalam materi diskusi itu terdapat pula peleburan pada mata pelajaran kelas 4 hingga kelas 6 (upper grade). Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bakal dilebur dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan nama Sains Dasar.

Ketentuan Menuntut Ilmu dalam Islam Ketentuan Menuntut Ilmu dalam Islam

Ketentuan Menuntut Ilmu dalam Islam – Beberapa artikel yang akan kami berikan adalah artikel yang kami rangkum dari sumber terpercaya, berikut ini beberapa artikel yang membahas mengenai ketentuan menuntut ilmu dalam Islam.

Bagi seorang muslim, menuntut ilmu adalah tanggung jawab sehingga harus dipastikan kebenaran dan manfaatnya. Ilmu yang diperoleh nantinya digunakan untuk memperbaiki diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadits telah menjelaskan tugas dan tanggung jawab muslim untuk menuntut ilmu

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

Artinya: “Mencari ilmu adalah kewajiban setiap Muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR Ibnu Majah).

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Ciamis, sempat menjelaskan syarat seorang muslim dalam menuntut ilmu. Syarat ini kemudian diterapkan sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat.

Berikut 6 syarat menuntut ilmu dalam Islam:

1. Cerdas akal, emosi, dan akhlak

2. Kemauan yang kuat

3. Sabar saat menemui kesulitan dan kemudahan

4. Punya cukup bekal

5. Belajar dari guru yang kompeten

6. Waktu yang tidak kurang untuk belajar.

Ali Ruqaya yang merupakan penggagas komunitas muslim di Greater Toronto Area (GTA), pernah membahas adab menuntut ilmu bagi seorang muslim. Pembahasan ini ada dalam tulisan berjudul Seven Golden Etiquettes for Seekers of Knowledge, yang dipublikasikan di situs The Productive Muslim Company.

Berikut adab menuntut ilmu dalam Islam:

1. Diawali dengan niat

Niat yang baik menentukan keberhasilan seorang muslim dalam menuntut ilmu. Pentingnya niat telah diingatkan Rasulullah SAW kepada para umatnya dalam hadits

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

Artinya: “Sebuah perbuatan dinilai berdasarkan motivasinya (niyyah), dan tiap orang mendapatkan apa yang diniatkan. Mereka yang hijrah karena Allah dan RasulNya maka Allah SWT dan RasulNya akan membalas orang tersebut, namun mereka yang hijrah karena hal yang bersifat duniawi atau wanita yang akan dinikahi maka dia akan mendapatkan hal tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Melakukan yang terbaik (ihsan)

Selain niat karena Allah SWT, usaha terbaik harus dilakukan tiap muslim saat menuntut ilmu. Usaha terbaik (ihsan) akan mendapat hasil yang juga baik sesuai hadits Rasulullah SAW

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

Artinya: “Sungguh Allah SWT telah menetapkan ihsan dalam segala hal. Jika kalian berperang maka lakukanlah yang terbaik. Jika sedang menyembelih hewan maka lakukan juga usaha terbaik. Salah satu dari kalian mengasah pisaunya, sedangkan yang lain menenangkan hewan yang akan disembelih.” (HR Tirmidzi).

3. Tawakal

Setelah melakukan usaha terbaik, tiap muslim menyerahkan hasilnya sesuai ketentuan Allah SWT sesuai sifat tawakal. Ali Ruqaya menjelaskan, tawakal adalah sifat penting yang memungkinkan seorang muslim tidak mudah menyerah. Usaha dan doa hanya kepada Allah SWT menjadi bekal penting bagi muslim dalam menuntut ilmu.

4. Menghilangkan sikap dan kebiasaan buruk

Ali Ruqaya menjelaskan pentingnya menghilangkan sikap dan kebiasaan buruk, lewat cerita Imam Syafi’i yang merasa ingatannya lemah. Guru Imam Syafi’i, Waqi, menyarankan muridnya untuk berhenti melakukan dosa. Menurut Waqi, pengetahuan adalah cahaya Allah SWT dan Allah SWT tidak mau cahayanya menyinari dosa.

5. Bersyukur pada Allah SWT

Dalam firmanNya surat Ibrahim ayat 7, Allah SWT telah menjelaskan manfaat bersyukur dalam segala hal termasuk saat menuntut ilmu. Bersyukur akan membuka nikmat lain dari Allah SWT

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Arab latin: Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna ‘ażābī lasyadīd

Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengatakan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih.”

6. Selalu dzikir dan mengucapkan istighfar

Dzikir dan istigfar jangan sampai tidak diucapkan muslim saat menuntut ilmu, ketika menemui kesenangan atau halangan. Selalu ingat Allah SWT akan menghindarkan muslim dari hal buruk sesuai hadits

الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلاَّ ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالاَهُ أَوْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا

Artinya: “Dunia dan segala isinya adalah kutukan, kecuali mengingat Allah SWT (dzikir) dan segala hal yang mendukungnya atau orang yang memiliki atau memperoleh ilmu.” (HR Ibnu Majah).

7. Berdoa supaya terhindar dari malas dan kesulitan

Berikut doa yang bisa dibaca supaya terhindar dari rasa malas saat menuntut ilmu

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Arab latin: Allaahumma inni a`oodhu bika minal-hammi wal-ḥazani wal-`ajzi wal-kasali wal-bukhli wal-jubni wa ḍala`id-dayni wa ghalabatir-rijaal

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kecemasan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sesat dan pengecut, beban hutang dan dari penguasaan manusia.”

Jika menemui kesulitan, doa ini bisa dibaca untuk memohoan bantuan dari Allah SWT

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

Arab latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syiita sahlaa

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali Kau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

Macron Sebut Islam dalam Krisis Macron Sebut Islam dalam Krisis

Macron Sebut Islam dalam Krisis – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang Erdogan Cela Macron yang sebut Islam sedang dalam kondisi krisis.

Presiden Turki Tayyip Erdogan mencela mitranya dari Prancis Emmanuel Macron atas komentarnya pekan lalu yang berjanji untuk melawan separatisme Islam. Erdogan mengatakan bahwa pernyataan itu adalah provokasi yang jelas dan menunjukkan ketidaksopanan pemimpin Prancis itu.

Macron mengatakan “separatisme Islam” mengancam akan mengambil kendali di beberapa komunitas Muslim di Prancis dan RUU tentang masalah tersebut akan dikirim ke parlemen dengan langkah-langkah yang membatasi sekolah di rumah dan mendorong pengajaran bahasa Arab.(Baca juga: Sebut Islam dalam Krisis, Macron Tuai Kecaman)

“Pernyataan ‘Islam dalam krisis’ yang dibuat oleh Macron di kota di mana mayoritas Muslim sangat tidak sopan, itu adalah provokasi yang jelas,” kata Erdogan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/10/2020).

Macron menyampaikan sambutannya saat berkunjung ke Les Mureaux, pinggiran utara Paris yang miskin.

“Berbicara tentang penataan Islam sebagai pemimpin Prancis melangkah jauh dan tidak sopan,” kata Erdogan, yang memimpin Partai AK yang berakar pada Islam.

“Siapa Anda sampai mengucapkan kalimat seperti penataan Islam?” celanya.

Turki dan Prancis adalah sekutu di NATO tetapi telah berselisih mengenai sejumlah masalah, dari kebijakan mereka di Suriah dan Libya hingga perselisihan mengenai eksplorasi hidrokarbon Ankara dan yurisdiksi maritim di Mediterania timur.

Baca Juga:: Turki Menekan prancis Tarik UU Anti Muslim

Erdogan dan Macron membahas ketidaksepakatan dan hubungan bilateral selama pembicaraan telepon bulan lalu, menyusul ketegangan berminggu-minggu di Mediterania timur. Kedua pria itu sepakat untuk meningkatkan hubungan dan menjaga saluran komunikasi tetap terbuka.

Namun, Erdogan mengatakan bahwa Macron telah mengabaikan persetujuan mereka dengan komentarnya, menambahkan bahwa memberi label Muslim di Prancis sebagai separatis akan menyebabkan “konflik besar”.

“Saat kami sepakat untuk meningkatkan hubungan dan dialog kami sekitar seminggu atau 10 hari yang lalu, lihat seberapa cepat dia melupakan ini,” ujar Erdogan.

“Dia membuat pernyataan ini tepat setelah (panggilan kami) menunjukkan betapa dia harus menunjukkan rasa hormat,” tukasnya.

Turki Menekan Prancis Tarik UU Anti Muslim Turki Menekan Prancis Tarik UU Anti Muslim

Turki Menekan Prancis Tarik UU Anti Muslim – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang Turki yang menekan Prancis untuk mernarik undang-undang Anti-Muslim.

ANKARA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki mengkritik Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diajukan Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan dalih menciptakan “Pencerahan Islam”.

Kemlu Turki menganggap RUU kontroversial ini hanya akan meningkatkan xenophobia, rasisme, diskriminasi dan Islamophobia.

“Bukan urusan siapa pun untuk menargetkan agama kami yang mulai, yang namanya berarti damai, untuk ide yang dipalsukan dan dibiaskan dengan upaya untuk mencerahkannya,” papar Kemlu Turki.

“Kami pikir mentalitas yang membentuk dasar RUU ini akan membawa pada konsekuensi buruk daripada memberi solusi pada masalah Prancis,” ungkap Kemlu Turki, dilansir Memo.
Kemlu Turki menambahkan bahwa negara tidak memiliki hak untuk menentukan layanan agama dan penerjemahan yang dipeluk umatnya melalui UU.

Pernyataan Turki menekankan bahwa konsep seperti Islam Eropa dan Islam Prancis bertentangan dengan konvensi legal dan hak asasi manusia (HAM).

Turki mendorong adopsi konsep yang lebih konstruktif untuk menghormati agama dan nilai moral, bukannya melihat pihak lagi dari sudut pandang sekuler murni.
Kami akan memantau perkembangna RUU ini dengan dekat dan terus mengangkatnya pada Prancis agar ditarik dari platform bilateral dan multilateral,” papar Kemlu Turki.

Pekan lalu Macron memicu kontroversi dengan mengatakan, “Islam adalah agama yang dalam krisis di penjuru dunia hari ini.”

Macron menyatakan pemerintahannya berencana menyajikan RUU pada Desember untuk memperkuat UU 1905 yang secara resmi memisahkan gereja, agama dan negara di Prancis.

Orang Tewas Dalam Bentrok Hindu Islam Di India Orang Tewas Dalam Bentrok Hindu Islam Di India

alagagrh.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Orang Tewas Dalam Bentrok Hindu Islam Di India. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Orang Tewas Dalam Bentrok Hindu Islam Di India

Korban tewas akibat bentrokan antara umat Hindu dan Islam di New Delhi, India terus bertambah hingga 38 orang. Lebih dari 200 orang mengalami luka-luka.Dikutip dari AFP, berdasarkan data Kamis malam, (27/2), 34 orang tewas tercatat di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur (BTB). Direktur Rumah Sakit BTB Sunil Kumar mengatakan semua korban Bentrok Islam tewas mengalami luka tembak.Tiga korban tewas di rumah sakit Lok Nayak, dan satu lainnya di rumah sakit Jag Parvesh Chander. Seorang pengawas medis mengatakan sepuluh korban lain dalam kondisi serius dan dirawat di rumah sakit Lok Nayak.

Bentrokan mulai pecah pada Minggu malam. Kedua belah pihak saling serang menggunakan batu dan benda lain, serta merusak bangunan dan kendaraan.Insiden ini menjadi kerusuhan paling parah dalam beberapa dekade terakhir. Ribuan polisi anti huru-hara dan paramiliter berpatroli di sekeliling kota.Selain korban tewas, kerusakan juga terjadi di penjuru kota. Rumah, toko, masjid, sekolah, toko ban, dan satu pom bensin menjadi sasaran pembakaran.Menteri Utama Kota Delhi Arvind Kejriwal berjanji akan memberi kompensasi bagi keluarga korban tewas dan mereka yang rumahnya hancur akibat kericuhan.

Pihak kepolisian telah menangkap lebih dari 500 akibat bentrokan tersebut. Pihak berwenang juga akan menggelar pertemuan untuk meningkatkan keharmonisan antar komunitas di kota berpenduduk lebih dari 21 juta orang itu.UU kontroversial yang mengundang pro kontra itu mengizinkan India untuk memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asal seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.

Beleid itu disahkan oleh pemerintahan Narendra Modi yang beraliran sayap kanan. Partai pengusung, Bhratiya Janata (BJP) dituduh bersikap diskriminatif terhadap umat Muslim.UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Islam.Para kritikus menilai undang-undang ini dimanfaatkan oleh rezim Nahrendra Modi untuk mendorong India yang sekuler menjadi negara Hindu.Umat Muslim di Ibu Kota New Delhi menggelar pelaksanaan salat Jumat di bawah pengawasan polisi anti-huru hara India pada pekan lalu.

Pengawasan dilakukan seminggu setelah kerusuhan antara umat Muslim dan Hindu di timur New Delhi yang menewaskan 42 orang dan melukai puluhan lainnya.Puluhan masjid di timur New Delhi dilaporkan tetap menggelar salat Jumat dan khotbah perdana pasca-kerusuhan yang berlangsung selama empat hari itu terjadi.Kepolisian terlihat berpatroli di jalanan timur ibu kota yang masih berserakan pecahan kaca dan puing bekas kerusuhan.

Selain aparat kepolisian, belasan relawan juga turut membantu menjaga gelaran salat Jumat dengan berdiri di sebuah masjid utama di Mustafabad.”Ini adalah masa pengujian. Kita harus bersabar,” ucap ketua imam masjid tersebut dalam khotbah seperti dikutip AFP pada Senin (2/3).Sang imam juga mengimbau para jemaah untuk tenang, Para jemaah diminta untuk membubarkan diri segera setelah salat selesai.

Baca Juga :Medsos Gempar Bentrok Hindu Muslim Di India

Meski kerusuhan telah berakhir, ketakutan dan ketegangan masih terasa di timur New Delhi. Polisi bahkan melarang jemaah Muslim untuk beribadah di salah satu masjid yang dibakar oleh oknum umat Hindu saat bentrokan berlangsung.Tidak jauh dari Mustafabad, sekelompok penduduk di daerah Shiv Vihar yang didominasi umat Hindu memblokir sejumlah jalan menuju salah satu masjid dengan kerangka sepeda motor yang terbakar.”Tidak ada yang akan diizinkan masuk sampai para perusuh ditangkap. Kami tidang ingin ada kekerasan,” teriak kerumunan tersebut.

Bentrokan antara umat Muslim dan Hindu ini bermula dari demonstrasi kecil menentang Undang-Undang Kewarganegaraan sekitar awal pekan lalu. UU kontroversial itu mengizinkan India memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asalnya seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.Namun, UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Muslim.Unjuk rasa itu meluas dan menjadi rusuh setelah umat Hindu dan umat Muslim saling melempar batu. Bahkan, beberapa orang yang terlibat dalam kerusuhan dilaporkan membawa pedang dan senjata lainnya.

Medsos Gempar Bentrok Hindu Muslim Di India Medsos Gempar Bentrok Hindu Muslim Di India

alagagrh.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Medsos Gempar Bentrok Hindu Muslim Di India. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Medsos Gempar Bentrok Hindu Muslim Di India

Kerusuhan antara umat Hindu dengan umat Muslim terjadi di India mengakibatkan 27 orang tewas dan seratusan orang mengalami luka-luka.India yang hanya memberi status kewarganegaraan bagi imigran yang menerima persekusi di negaranya dengan syarat beragama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Muslim.Beleid itu disahkan oleh pemerintahan Perdana Menteri India, Narendra Modi yang beraliran sayap kanan. Partai pengusungnya, Bhratiya Janata (BJP) dituduh bersikap diskriminatif terhadap umat Muslim.Beberapa saat setelah kejadian itu, lini masa Twitter diramaikan dengan tagar #ShameOnYouIndia yang telah dicuitkan hampir 50 ribu kali.

Salah satu akun yang berkicau dengan #ShameOnYouIndia adalah @galongkucing. Dia mengingatkan jangan ada yang terpancing ke arah agama karena kejadian di India. dia khawatir, hal itu justru bisa menimbulkan konflik baru di Indonesia.Dalam kicauannya, @galongkucing menyertakan sebuah foto profokasi yang dibuat oleh akun @tembangjiwa.”ni jangan ada yang kepancing ke arah agama .. nanti konfliknya malah di Indonesia .. push India .. dengan tagar #ShameOnYouIndia,” kicau @galongkucing.Hal berbeda disampaikan oleh akun @elmarahairinisa. Dia mengajak semua pihak untuk mengirim doa untuk umat muslim di India.”Hey guys. sending all of our prayers for our muslim brother and sister in india. #ShameOnYouIndia,” kicau @elmarahairinisa.

Selanjutnya, akun @mriski_9 juga menyertakan #ShameOnYouIndia dalam kicauannya. Akan tetapi, dia mengkritik Persatuan Bangsa-Bangsa yang tak mengambil tindakan tas kejadian di India.”Kenapa PBB kok diem aja yaa, padahal sudah jelas didepan mata ada kejadian brutal di india #ShameOnYouIndia #ShameOnIndia,” kicau @mriski_9.Adapun akun @SoulKingSHP mengingatkan agar seseorang tidak melakukan tindakan negatif kepada orang yang salah. Dia menyebut hal itu hanya akan melahirkan dendam dan kebencian yang tak mudah dihilangkan.

Adapun terkait dengan kejadian di India, dia melihat hal itu adalah pembantaian yang melibatkan pemangku kekuasaan.Sedangkan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (NU) New York Akhmad Sahal melalui akun @sahaL_AS mengutuk kekerasan atas nama agama terhadap minoritas muslim.

Baca Juga :Muazin Di London Ditikam Saat Azan

“Derita minoritas muslim yang jadi sasaran persekusi dan kekerasan kaum radikalis Hindu di India. Kekerasan atas nama agama apapun terhadap pengikut agama apapun harus dikutuk! Turut berduka cita atas muslim yg jadi korban di India. Lahumul fatihah,” kicau Akhmad.Selain berkomentar soal peristiwa dugaan diskriminasi terhadap muslim, akun @myusuffin berkicau tentang produk India. Dia menunggu apakah peristiwa tersebut akan membuat produk India diboikot.

“Lagi nungguin seruan aksi boikot produk India atas apa yg terjadi di sana,” kicau @myusuffin.Hal senada juga disampaikan oleh akun @smartAde091 yang mengusulkan untuk memboikot produk India. Kicauan itu adalah komentar ada kicauan yang disampaikan oleh akun @faridwadjdi yang menyampaikan bahwa ada seorang anak berusia 14 yang ditembak oleh ekstrimis Hindutva.”Boikot produk india di indonesia,” kicau @smartAde091.

US Bataskan Visa Kepada Cina Berkaitan Dengan Uighur US Bataskan Visa Kepada Cina Berkaitan Dengan Uighur

alagagrh.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai US Bataskan Visa Kepada Cina Berkaitan Dengan Uigur . Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai US Bataskan Visa Kepada Cina Berkaitan Dengan Uigur

Hal ini dilakukan setelah pada hari Senin (07/10) AS memutuskan untuk memasukkan 28 organisasi China ke dalam daftar hitam terkait dugaan pelanggaran di daerah Xinjiang.Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pemerintah China telah menciptakan “kampanye yang sangat represif”.China telah menyangkal dengan mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar.

Lewat pernyataannya, Pompeo menuduh pemerintah China melakukan serangkaian penindasan terhadap warga Uighur, suku Kazakh, Muslim Kyrgyz dan kelompok minoritas Muslim lain.Di antaranya adalah “penahanan massal di kamp; pengawasan teknologi tinggi dan meluas; kontrol ketat terhadap ekspresi jati diri budaya dan keagamaan; dan pemaksaan orang untuk kembali dari luar negeri tetapi kemudian mereka mengalami nasib buruk di China”.China telah menolak keras tindakan AS.

“Tidak terjadi apa yang disebut dengan ‘masalah hak asasi manusia’ seperti yang dikatakan AS,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, pada hari Senin.”Berbagai tuduhan tersebut tidak lebih dari alasan bagi AS untuk secara sengaja melakukan campur tangan atas masalah dalam negeri China.”Pembatasan visa akan diterapkan kepada pejabat pemerintah China dan Partai Komunis, di samping anggota keluarganya.

“AS mendesak China untuk segera mengakhiri kampanye penindasan di Xinjiang, membebaskan orang-orang yang dasar penahanannya tidak jelas, dan berhenti berusaha memaksa anggota kelompok minoritas Muslim China yang tinggal di luar negeri untuk kembali ke China untuk kemudian menghadapi nasib yang tidak jelas,” demikian isi pernyataan pemerintah AS.Amerika dan China sedang terlibat dalam perang dagang.

Baca Juga :Presiden Prancis Membela Pemakai Hijab

Delegasi telah dikirim ke Washington minggu ini untuk bertemu guna menurunkan ketegangan.China melakukan sejumlah operasi keamanan besar-besaran di Xinjiang, di China barat, dalam beberapa tahun terakhir.Kelompok-kelompok HAM dan PBB menyatakan China menangkap dan menahan lebih dari satu juta warga Uighur dan kelompok minoritas lainnya di kamp penahanan besar.

Mereka dipaksa tidak lagi menjadi Muslim, hanya menggunakan bahasa China Mandarin dan belajar patuh kepada pemerintah komunis di Beijing.Tetapi China mengatakan warga Muslim ini menghadiri apa yang mereka sebut sebagai “pusat pelatihan kejuruan” yang memberikan mereka pekerjaan dan membantu mereka bergabung ke dalam masyarakat China, untuk mencegah terorisme.Terjadi peningkatan pengaduan secara lisan dari AS dan negara-negara lain terkait tindakan China di Xinjiang.

Minggu lalu pada sebuah konferensi pers di Vatikan, Pompeo menuduh China “memaksa warganya untuk menyembah pemerintah, bukannya Tuhan”.Pada bulan Juli, lebih dari 20 negara di Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UN Human Rights Council) menandatangani surat bersama yang mengecam perlakuan China terhadap Uighur dan kelompok Muslim lainnya.Uighur secara kesukuan adalah warga Muslim Turki.

Sekitar 45% penduduk daerah Xinjiang adalah warga kelompok ini, 40% lainnya China Han.China kembali menguasai daerah tersebut pada tahun 1949 setelah menggulingkan negara Turkestan Timur.Sejak saat itu terjadi perpindahan besar-besaran warga Han, sementara warga Uighur mengkhawatirkan terkikisnya budaya mereka.Xinjiang resminya adalah daerah otonomi di dalam China, sama seperti Tibet.

Presiden Prancis Membela Pemakai Hijab Presiden Prancis Membela Pemakai Hijab

alagagrh.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Presiden Prancis Membela Pemakai Hijab. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Presiden Prancis Membela Pemakai Hijab

Capres ekstrem kanan Marine Le Pen yang menyebut bahwa burkini adalah ancaman terhadap tradisi sekularisme Prancis. Namun calon garis tengah, Emmanuel Macron membantahnya dan menyebut bahwa burkini tak lebih dari sekadar tata tertib berbusana di ruang publik.

Musim panas lalu, burkini menjadi perdebatan setelah sejumlah kawasan wisata pantai Perancis selatan melarang baju renang itu, sebelum pengadilan administratif tertinggi Perancis menyebut larangan itu melanggar kebebasan asasi.Marine Le Pen mengatakan Prancis harus menentang multikulturalisme, tapi Macron menuduhnya memusuhi umat Islam di negeri itu.Jajak pendapat terbaru menunjukkan Le Pen akan mendapatkan suara terbanyak di putaran pertama, tapi di putaran dua akan dikalahkan oleh calon partai kanan-tengah Francois Fillon yang sedang dirundung berbagai masalah, atau Emmanuel Macron yang melejit sejak capres kanan tengah itu didera berbagai skandal.

Di pidato pembukaan debat itu, Macron mengatakan akan mengubah politik yang secara tradisional terpecah belah di Prancis, sementara Marine Le Pen mengatakan dia ingin membuat Prancis bukan sebagai ‘wilayah semu’ Uni Eropa atau tunduk kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dan bersumpah untuk menghentikan semua imigrasi ke negeri itu.Adapun Francois Fillon mengatakan bahwa jika terpilih, ia akan menjadi presiden dari apa yang disebutnya ‘pemulihan nasional.’Macron juga menyentil Fillon dengan mengatakan keadilan akan menang sebagaimana akan terjadi menyangkut kasus ‘calon presiden tertentu’.Sentilan Macron jelas mengacu pada penyelidikan hukum terkait tuduhan bahwa Fillon membayar ratusan ribu euro pada istrinya sendiri untuk pekerjaan parlemen yang tidak ia lakukan.

Fillon menyangkal semua tuduhan yang disebutnya sebagai upaya ‘pembunuhan politik,’ dan menolak mundur dari pilpres.Para calon juga beradu konsep soal ekonomi dan bagaimana mengatasi pengangguran, yang telah lama berada di kisaran 10%.Marine Le Pen menyerukan suatu ‘ekonomi patriotik’ dan mengkampanyekan langkah-langkah proteksionis yang condong kepada perusahaan-perusahaan Perancis.Berbeda dengan biasanya, kali ini juga terlibat dua politikus kiri dalam perdebatan: Benoit Hamon dan Jean-Luc Melenchon.

Hamon – yang berusaha membedakan diri dari calon kiri lain, Jean-Luc Melenchon, menyerukan penerapan pendapatan dasar universal, yang katanya adalah satu-satunya ide inovatif dalam kampanye pilpres kali ini.Pemungutan suara akan berlangsung pada tanggal 23 April, sementara putaran kedua -jika tak ada pemenang mutlak di atas 50%- akan diselenggarakan pada tanggal 7 Mei.Pernyataan ini dibuat sesudah seorang perempuan Prancis menggugat seorang politisi sayap kanan yang mengkritiknya karena memakai hijab di tempat umum.

“Kita harus berdiri bersama dengan sesama warga negara,” kata Macron dalam konperensi pers bersama dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel hari rabu (16/10).Ada lima juta penduduk Muslim di Prancis dan ini merupakan jumlah minoritas Muslim terbesar di Eropa Barat.Pemakaian hijab dilarang di sekolah, kantor pemerintah, dan gedung-gedung publik di Prancis.Secara resmi Prancis merupakan negara sekuler dan pemakaian pakaian penutup tubuh telah menjadi sumber kontroversi dalam beberapa tahun terakhir.

Pekan lalu, seorang perempuan Muslim yang memakai hijab menemani anaknya yang sedang studi tur ke parlemen lokal di Bourgogne-Franche-Comté di Prancis timur.Ia menerima cercaan secara verbal dari ruang sidang anggota parlemen.Foto perempuan itu – disebut dengan nama Fatima – memeluk erat anaknya menjadi viral sesudah rekaman insiden cercaan tersebut diunggah di media sosial.Peristiwa itu juga memicu demonstrasi di jalan dan menghidupkan lagi perdebatan nasional mengenai pemakaian hijab di Prancis.

Sekarang ini di Prancis tidak ada larangan seorang ibu memakai hijab saat melakukan studi tur sekolah.Pada hari Rabu, Presiden Macron merasa perlu menanggapi dengan menyerukan pemahaman lebih baik mengenai agama Islam di Prancis. Ia juga mengecam apa yang disebutnya sebagai “jalan pintas” yang mengaitkan Islam dengan terorisme.”Para komentator politik punya kewajiban,” katanya seraya menambahkan, “komunialisme bukan terorisme”.

Peristiwa di gedung parlemen di Prancis timur itu terjadi dalam sebuah studi tur sekolah pada hari Jumat tanggal 11 Oktober. Saat itu Fatima menemani anaknya dalam tur sekolah.Saat debat parlemen berlangsung, seorang politikus dari partai berhaluan kanan, National Rally, yang dipimpin Marine Le Pen, melihat Fatima. Ia juga memerintahkan Fatima untuk mencopot hijabnya.Sang politikus, Julien Odoul, juga mengunggah cekcok mulut ini di Twitter dengan teks mengutip serangan maut dengan pisau di kantor polisi di Paris awal bulan ini yang dikaitkan dengan Islam radikal.

Baca Juga :Mahkamah Internasional Tuduh Genosida Muslim Di Rohingya

“Sesudah pembunuhan empat orang polisi kita, (provokasi) macam ini tak bisa kita tolerir,” tulisnya.Dalam wawancara dengan kelompok anti Islamofobia Prancis CCIF, Fatima mengatakan ia duduk tenang di pojok ruangan ketika ia mendengar seseorang berteriak “atas nama sekularisme!”.”Orang-orang mulai saling berteriak dan marah-marah,” katanya kepada CCIF.”Yang saya khawatirkan cuma satu hal, anak-anak ketakutan. Mereka sangat kaget dan trauma.””Saya coba menenangkan mereka. Anak saya mendekat dan memeluk saya, lalu menangis. Saya bilang saya tak bisa tinggal di ruangan itu.”

Pengacara Fatima, Sana Ben Hadj, mengatakan kliennya merasa “dipermalukan” sesudah gambar insiden itu disebarluaskan.CCIF mengatakan Fatima mengajukan keberatan di kota Dijon dengan alasan “kekerasan rasial dilakukan oleh orang yang memiliki kewenangan publik”, sembari menambahkan bahwa keluhan lanjutan akan disampaikan di Paris untuk “hasutan kebencian rasial”.Insiden ini juga memicu debat apakah diperbolehkan bagi seorang ibu memakai hijab dalam kesempatan studi tur sekolah.

Menteri pendidikan Jean-Michel Blanquer dikritik lantaran mengatakan hijab “tidak diinginkan” oleh masyarakat Prancis, dan Marine Le Pen menyerukan larangan.Larangan bagi kerudung, hijab, dan berbagai simbol agama yang “mencolok” di sekolah negeri diberlakukan di Prancis tahun 2004.Pada 2011, Prancis menjadi negara Eropa pertama yang melarang cadar yang menutupi seluruh wajah di ruang-ruang publik.Sementara alternatifnya seperti hijab, yang menutup kepala namun tetap memperlihatkan wajah pemakai masih diperbolehkan.

Mahkamah Internasional Tuduh Genosida Muslim Di Rohingya Mahkamah Internasional Tuduh Genosida Muslim Di Rohingya

alagagrh.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Mahkamah Internasional Tuduh Genosida Muslim Di Rohingya. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Mahkamah Internasional Tuduh Genosida Muslim Di Rohingya

Peraih hadiah Nobel Perdamaian ini menjawab tuduhan mengenai “kekejaman yang dilakukan oleh Myanmar” terhadap minoritas Muslim Rohingya.Dalam pidato pembukaan sidang, ia mengatakan bahwa kasus terhadap Myanmar ini “tidak lengkap dan keliru”.Katanya, masalah yang ada di negara bagian Rakhine, tempat tinggal minoritas Rohingya, sudah terjadi sejak berabad-abad lalu.Ribuan Rohingya dibunuh dan lebih dari 700.000 kabur ke negara tetangga Bangladesh ketika tentara Myanmar melakukan serangan di tahun 2017, kata PBB dan sejumlah organisasi HAM.

Myanmar berkeras tindakan itu adalah upaya menangani ancaman kelompok ekstrem di negara bagian Rakhine.Suu Kyi membela posisi itu, seraya menyebut kekerasan yang terjadi sebagai “konflik bersenjata internal yang dipicu oleh serangan terhadap pos polisi”.Menanggapi tuduhan militer Myanmar mungkin menggunakan kekuatan berlebihan, Suu Kyi menanggapi, jika memang para tentara melakukan kejahatan perang, “mereka akan dihukum”.Suu Kyi merupakan pemimpin de facto Myanmar sejak April 2016, sebelum genosida yang dituduhkan ini terjadi.

Ia tidak memiliki kendali terhadap tentara tetapi ia dituduh oleh penyelidik PBB “terlibat” karena bersetuju terhadap tindakan militer.Suu Kyi mengatakan, Myanmar berkomitmen untuk melakukan repatriasi terhadap orang-orang yang terusir dari Rakhine, serta meminta agar pengadilan tak melakukan tindakan yang memperburuk konflik.ICJ merupakan pengadilan tertinggi di PBB dan kasus-kasus di sana harus diajukan oleh negara.

Kasus ini diajukan oleh Gambia, sebuah negara berpenduduk mayoritas Muslim di Afrika Barat, atas nama puluhan negara-negara Muslim lainnya.”Yang diminta oleh Gambia adalah agar Pengadilan memerintahkan Myanmar untuk menghentikan pembunuhan-pembunuhan kejam ini, menghentikan tindakan barbar yang terus mengguncang kesadaran kolektif kita, untuk menghentikan genosida terhadap rakyat mereka sendiri,” kata Jaksa Agung dan Menteri Kehakiman Gambia, Abubacarr M Tambadou, di Mahkamah Internasional.

Gambia mengajukan kasus ini sesudah Abubaccar mengunjungi kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh dan mendengar mengenai “pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan di sana”, katanya kepada BBC bulan Oktober tahun ini.Pada sidang pendahuluan tiga hari ini, Gambia meminta agar ICJ mengabulkan permohonan mereka untuk melindungi minoritas Rohingya.Namun putusan akhir mengenai genosida ini sendiri bisa terjadi bertahun-tahun lagi.

Apa tuduhan terhadap Myanmar?
Pada awal 2017 terdapat satu juta orang Rohingya di Myanmar, kebanyakan hidup di negara bagian Rakhine.Namun Myanmar, negara mayoritas Buddha, menganggap mereka sebagai imigran gelap dan menolak memberi kewarganegaraan.

Minoritas Rohingya telah lama mengeluhkan terjadinya persekusi terhadap mereka. Tahun 2017 militer Myanmar, Tatmadaw, menjalankan operasi besar-besaran di Rakhine.Menurut tuduhan yang diajukan oleh Gambia kepada ICJ, militer Myanmar telah melakukan “operasi pembersihan yang luas dan sistematis” terhadap Rohingya, mulai Oktober 2016 dan berlanjut hingga Agustus 2017.Petisi Gambia menuduh bahwa pembersihan ini “dimaksudkan untuk menghancurkan Rohingya sebagai kelompok, seluruhnya maupun sebagian”, melalui pembunuhan massal, pemerkosaan dan pembakaran terhadap bangunan mereka “sering kali dengan penghuninya dikunci di dalam”.

Misi pencari fakta PBB yang menyelidiki tuduhan ini menemukan bukti menarik yang menyatakan bahwa tentara Myanmar harus diselidiki untuk tuduhan genosida terhadap Muslim Rohingya di Rakhine.Bulan Agustus, sebuah laporan menuduh tentara Myanmar “secara rutin dan sistematis melakukan pemerkosaan massal dan berbagai tindakan seksual dengan kekerasaan dan paksaan terhadap perempuan, anak-anak dan orang-orang transgender”.Bulan Mei, tujuh orang tentara Myanmar yang dipenjara karena membunuh 10 orang Rohingya dibebaskan lebih awal dari penjara. Myanmar mengatakan operasi militer mereka mengarah pada kelompok militan Rohingya dan militer telah menyatakan mereka tidak bersalah.

Baca Juga :India Punya UU Anti Muslim

Apa peran Aung San Suu Kyi?
Myanmar yang diajukan ke pengadilan, bukan Aung San Suu Kyi Mahkamah Internasional (ICJ) tidak bisa menghukum individu sebagaimana misalnya yang bisa dilakukan oleh International Criminal Court (secara terpisah ICC juga menyelidiki kasus Rohingya).Namun, hingga batas tertentu, kasus ini juga terkait dengan Suu Kyi yang meraih hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991.Suu Kyi telah menjadi pemimpin de facto Myanmar sejak bulan April 2016, sebelum genosida yang dituduhkan terjadi. Ia dituduh oleh penyelidik PBB “terlibat” dengan memberi persetujuan kepada militer.”Saya mohon anda untuk membuka mata, dan mohon gunakan kewenangan moral anda, sebelum terlambat,” kata penyelidik, Yanghee Lee, bulan September.

Suu Kyi memastikan bulan November bahwa ia akan secara pribadi memimpin pembelaan diri negaranya di pengadilan di Den Haag – dalam perannya sebagai menteri luar negeri – bersama “pengacara internasional terkemuka”.Apa kemungkinan hasil persidangan ini?Hingga kini, Gambia meminta kepada pengadilan untuk menerapkan “langkah-langkah sementara” guna melindungi minoritas Rohingya di Myanmar, dan di mana saja, dari ancaman atau kekerasan lebih lanjut.

Langkah ini akan mengikat secara hukum.Untuk memutuskan apakan Myanmar melakukan genosida, pengadilan harus memastikan bahwa negara Myanmar bertindak “dengan niatan menghancurkan seluruh atau sebagian” minoritas Rohingya.Bahkan jika ICJ memutuskan Myanmar bersalah, mereka tidak memiliki alat paksa untuk menjalankan putusan itu terhadap Aung San Suu Kyi ataupun para jenderal Myanmar.

Para pemimpin Myanmar itu tidak akan secara otomatis ditahan serta diadili karenanya.Namun putusan bahwa mereka bersalah bisa mengarah pada sanksi, dan bisa menyebabkan kerusakan ekonomi dan reputasi Myanmar.Bagaimana situasi terakhir yang dihadapi oleh minoritas Rohingya?Ratusan ribu minoritas Rohingya meninggalkan Myanmar sejak operasi militer dimulai.Pada tanggal 30 September, terdapat 915.000 pengungsi Rohingya di kamp-kamp di Bangladesh.Hampir 80% dari mereka tiba antara Agustus dan Desember 2017, serta bulan Maret tahun ini. Bangladesh menyatakan tak akan menerima lagi pengungsi baru.

Bulan Agustus, Bangladesh membentuk skema repatriasi sukarela – tetapi tak ada satupun orang Rohingya yang mau menjalaninya.Bangladesh berencana merelokasi 100.000 pengungsi ke Bhasan Char, sebuah pulau kecil di Teluk Bengala, tetapi ide ini ditentang oleh 39 aid lembaga pemberi bantuan dan kelompok perlindungan hak asasi manusia ..Bulan September, wartawan BBC Jonathan Head melaporkan bahwa barak polisi, bangunan pemerinah dan kamp relokasi pengungsi telah dibangun di lokasi bekas desa-desa minoritas Rohingya di Myanmar.