November 2020

Rencana Dikbud Gabung Pelajaran Agama Islam dengan PKN Rencana Dikbud Gabung Pelajaran Agama Islam dengan PKN

Rencana Dikbud Gabung Pelajaran Agama Islam dengan PKN – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut rencena dikbud untuk menggabungkan pendidikan agama islam dengan pkn.

Beredar tangkapan layar artikel berita yang menarasikan Mendikbud berencana menggabungkan pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan. Artikel ini beredar di media sosial.

Belom kelar polemik RUU HIP muncul lagi rencana penggabungan pelajaran PAI & PKN ! Inikah perwujudan gagasan “ketuhanan yang berkebudayaan” ?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Terbukti sudah omongan yang mengatakan jika kita salah pilih orang, maka umat Islam akan terus dibikin repot selama 5 tahun. Masih ada yang mengelak tentang pentingnya urusan politik ? Mungkin kita masih bisa terus mengkritik, bikin mobil, bikin artikel, demo, dan berbagai cara memprotes pemerintah. Tapi bagaimanapun, yang meng-goalkan kebijakan adalah pemerintah. Mereka bisa mendengar & menerima protes kita, tapi juga bisa mengacuhkan & menolaknya. Bahkan opsi yang kedua ini lebih banyak terjadi. Protes dari kita lebih sering diabaikan, dan mereka tetap ngotot menjalankan agendanya.

Dengan begini, masihkah ada yang apatis dengan masalah politik ?
Mungkin hari ini kita masih bisa sholat berjamaah di masjid, masih bisa ikut kajian2, masih bisa beribadah dengan tenang, yang akhwat masih bebas berhijab syar’i, namun jika pemerintahan terus dipegang orang2 sekuler, liberal, kiri, kapheer harbi, dan orang2 yang tidak suka dengan islam lainnya, bisa2 kelak kebebasan kita untuk beribadah & menjalankan agama kita akan semakin terganggu. Mereka akan terus membuat kebijakan yang merugikan umat Islam.

Dengan begini, masihkah kita acuh tak acuh dengan politik ?
Memang sebagian umat Islam ada yang pro & kontra dengan masalah pemilu & parlemen, namun menurut pandangan saya pribadi, hal tersebut bukan hanya boleh, tapi wajib dimenangkan oleh umat Islam ! Karena ini hal yang darurat ! Bukankah dalam keadaan darurat sesuatu yang haram bisa menjadi boleh ?

Jangan sampai Islam di Indonesia disingkirkan lewat jalur politik ! Jangan sampai Islam di Indonesia tinggal goresan pena dalam buku2 sejarah ! Jangan biarkan Indonesia jadi Andalusia kedua !

Walaupun pihak Kemendikbud menyatakan hal ini (penggabungan mata pelajaran PAI & PKN) baru diskusi semata di internal mereka, namun hal ini harus kita kawal. Jangan sampai ketika umat lengah, ide ini diresmikan menjadi kebijakan.

Bertambah satu lagi PR yang harus dikawal oleh umat Islam, setelah beberapa waktu ada RUU P-KS (yang pembahasannya ditunda, bukan dibatalkan), kemudian RUU HIP (yang pembahasannya juga ditunda, bukan dibatalkan), dan sekarang ada lagi wacana penyatuan mata pelajaran PAI & PKN. Belum lagi masalah kemiskinan, pemurtadan, kebodohan, aliran sesat, paham sepilis, dan tidak mau bersatunya umat, serta seabrek masalah lainnya. Masalah umat Islam di negeri ini begitu lengkap yaa !”

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran kami, klaim bahwa Mendikbud berencana menggabungkan Pendidikan Agama Islam dengan Pendidikan Kewarganegaraan adalah salah. Faktanya, isu ini sudah dibantah langsung oleh Kemendikbud dan tidak ada rencana menggabungkan dua mata pelajaran tersebut.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Totok Suprayitno menegaskan tidak ada rencana peleburan mata pelajaran Pendidikan Agama dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) seperti informasi yang beredar di publik.

Meski begitu, Totok mengakui, jika Kemendikbud terus melakukan kajian terkait penyederhanaan kurikulum 2013 yang berjalan saat ini. Namun hingga saat ini, belum ada keputusan akhir tentang bentuk penyederhanaan kurikulum 2013 tersebut.

“Bahan diskusi terakhir yang disampaikan ke saya adalah susunan kelompok mata pelajaran tidak ada digabung seperti itu, tetapi tetap berdiri sendiri seperti yang berlaku saat ini,” kata Totok dalam keterangannya, Kamis 18 Juni 2020.

Baca Juga:Ketentuan Menuntut Ilmu dalam Islam

Pernyataan tersebut disampaikan Totok menjawab beredarnya sebuah dokumen bertuliskan ‘Dokumen Rahasia’ di media sosial utamanya aplikasi percakapan Whatsapp terkait rencana penyederhanaan kurikulum tersebut. Dalam dokumen tersebut terdapat tabel yang bertuliskan mata pelajaran pendidikan agama bakal digabung dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Tampak sebuah paparan usulan peleburan mata pelajaran Agama kelas 1 hingga kelas 3 Sekolah Dasar (lower grade). “Yang diramaikan itu adalah bahan diskusi awal internal di antara tim kerja kurikulum. Diskusi masih terus berlangsung dan saat ini belum ada keputusan apapun dari kementerian,” tegas Totok.

Hal yang sama diungkapkan, Plt. Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), Hamid Muhammad juga menegaskan tidak ada rencana Kemendikbud melakukan penyederhanaan kurikulum dengan peleburan mata pelajaran Agama. Pembahasan penyederhanaan kurikulum 2013 itu sendiri dilakukan untuk merancang pembelajaran yang lebih efektif.

“Pusat Kurikulum menyiapkan penyederhanaan kurikulum yang disertai penyusunan berbagai modul pendukungnya,” tegas Hamid.

Lebih lanjut dalam materi diskusi itu terdapat pula peleburan pada mata pelajaran kelas 4 hingga kelas 6 (upper grade). Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bakal dilebur dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan nama Sains Dasar.