Orang Tewas Dalam Bentrok Hindu Islam Di India

Orang Tewas Dalam Bentrok Hindu Islam Di India

alagagrh.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Orang Tewas Dalam Bentrok Hindu Islam Di India. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Orang Tewas Dalam Bentrok Hindu Islam Di India

Korban tewas akibat bentrokan antara umat Hindu dan Islam di New Delhi, India terus bertambah hingga 38 orang. Lebih dari 200 orang mengalami luka-luka.Dikutip dari AFP, berdasarkan data Kamis malam, (27/2), 34 orang tewas tercatat di Rumah Sakit Guru Teg Bahadur (BTB). Direktur Rumah Sakit BTB Sunil Kumar mengatakan semua korban Bentrok Islam tewas mengalami luka tembak.Tiga korban tewas di rumah sakit Lok Nayak, dan satu lainnya di rumah sakit Jag Parvesh Chander. Seorang pengawas medis mengatakan sepuluh korban lain dalam kondisi serius dan dirawat di rumah sakit Lok Nayak.

Bentrokan mulai pecah pada Minggu malam. Kedua belah pihak saling serang menggunakan batu dan benda lain, serta merusak bangunan dan kendaraan.Insiden ini menjadi kerusuhan paling parah dalam beberapa dekade terakhir. Ribuan polisi anti huru-hara dan paramiliter berpatroli di sekeliling kota.Selain korban tewas, kerusakan juga terjadi di penjuru kota. Rumah, toko, masjid, sekolah, toko ban, dan satu pom bensin menjadi sasaran pembakaran.Menteri Utama Kota Delhi Arvind Kejriwal berjanji akan memberi kompensasi bagi keluarga korban tewas dan mereka yang rumahnya hancur akibat kericuhan.

Pihak kepolisian telah menangkap lebih dari 500 akibat bentrokan tersebut. Pihak berwenang juga akan menggelar pertemuan untuk meningkatkan keharmonisan antar komunitas di kota berpenduduk lebih dari 21 juta orang itu.UU kontroversial yang mengundang pro kontra itu mengizinkan India untuk memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asal seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.

Beleid itu disahkan oleh pemerintahan Narendra Modi yang beraliran sayap kanan. Partai pengusung, Bhratiya Janata (BJP) dituduh bersikap diskriminatif terhadap umat Muslim.UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Islam.Para kritikus menilai undang-undang ini dimanfaatkan oleh rezim Nahrendra Modi untuk mendorong India yang sekuler menjadi negara Hindu.Umat Muslim di Ibu Kota New Delhi menggelar pelaksanaan salat Jumat di bawah pengawasan polisi anti-huru hara India pada pekan lalu.

Pengawasan dilakukan seminggu setelah kerusuhan antara umat Muslim dan Hindu di timur New Delhi yang menewaskan 42 orang dan melukai puluhan lainnya.Puluhan masjid di timur New Delhi dilaporkan tetap menggelar salat Jumat dan khotbah perdana pasca-kerusuhan yang berlangsung selama empat hari itu terjadi.Kepolisian terlihat berpatroli di jalanan timur ibu kota yang masih berserakan pecahan kaca dan puing bekas kerusuhan.

Selain aparat kepolisian, belasan relawan juga turut membantu menjaga gelaran salat Jumat dengan berdiri di sebuah masjid utama di Mustafabad.”Ini adalah masa pengujian. Kita harus bersabar,” ucap ketua imam masjid tersebut dalam khotbah seperti dikutip AFP pada Senin (2/3).Sang imam juga mengimbau para jemaah untuk tenang, Para jemaah diminta untuk membubarkan diri segera setelah salat selesai.

Baca Juga :Medsos Gempar Bentrok Hindu Muslim Di India

Meski kerusuhan telah berakhir, ketakutan dan ketegangan masih terasa di timur New Delhi. Polisi bahkan melarang jemaah Muslim untuk beribadah di salah satu masjid yang dibakar oleh oknum umat Hindu saat bentrokan berlangsung.Tidak jauh dari Mustafabad, sekelompok penduduk di daerah Shiv Vihar yang didominasi umat Hindu memblokir sejumlah jalan menuju salah satu masjid dengan kerangka sepeda motor yang terbakar.”Tidak ada yang akan diizinkan masuk sampai para perusuh ditangkap. Kami tidang ingin ada kekerasan,” teriak kerumunan tersebut.

Bentrokan antara umat Muslim dan Hindu ini bermula dari demonstrasi kecil menentang Undang-Undang Kewarganegaraan sekitar awal pekan lalu. UU kontroversial itu mengizinkan India memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asalnya seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.Namun, UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Muslim.Unjuk rasa itu meluas dan menjadi rusuh setelah umat Hindu dan umat Muslim saling melempar batu. Bahkan, beberapa orang yang terlibat dalam kerusuhan dilaporkan membawa pedang dan senjata lainnya.

Medsos Gempar Bentrok Hindu Muslim Di India

Medsos Gempar Bentrok Hindu Muslim Di India

alagagrh.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Medsos Gempar Bentrok Hindu Muslim Di India. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Medsos Gempar Bentrok Hindu Muslim Di India

Kerusuhan antara umat Hindu dengan umat Muslim terjadi di India mengakibatkan 27 orang tewas dan seratusan orang mengalami luka-luka.India yang hanya memberi status kewarganegaraan bagi imigran yang menerima persekusi di negaranya dengan syarat beragama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Muslim.Beleid itu disahkan oleh pemerintahan Perdana Menteri India, Narendra Modi yang beraliran sayap kanan. Partai pengusungnya, Bhratiya Janata (BJP) dituduh bersikap diskriminatif terhadap umat Muslim.Beberapa saat setelah kejadian itu, lini masa Twitter diramaikan dengan tagar #ShameOnYouIndia yang telah dicuitkan hampir 50 ribu kali.

Salah satu akun yang berkicau dengan #ShameOnYouIndia adalah @galongkucing. Dia mengingatkan jangan ada yang terpancing ke arah agama karena kejadian di India. dia khawatir, hal itu justru bisa menimbulkan konflik baru di Indonesia.Dalam kicauannya, @galongkucing menyertakan sebuah foto profokasi yang dibuat oleh akun @tembangjiwa.”ni jangan ada yang kepancing ke arah agama .. nanti konfliknya malah di Indonesia .. push India .. dengan tagar #ShameOnYouIndia,” kicau @galongkucing.Hal berbeda disampaikan oleh akun @elmarahairinisa. Dia mengajak semua pihak untuk mengirim doa untuk umat muslim di India.”Hey guys. sending all of our prayers for our muslim brother and sister in india. #ShameOnYouIndia,” kicau @elmarahairinisa.

Selanjutnya, akun @mriski_9 juga menyertakan #ShameOnYouIndia dalam kicauannya. Akan tetapi, dia mengkritik Persatuan Bangsa-Bangsa yang tak mengambil tindakan tas kejadian di India.”Kenapa PBB kok diem aja yaa, padahal sudah jelas didepan mata ada kejadian brutal di india #ShameOnYouIndia #ShameOnIndia,” kicau @mriski_9.Adapun akun @SoulKingSHP mengingatkan agar seseorang tidak melakukan tindakan negatif kepada orang yang salah. Dia menyebut hal itu hanya akan melahirkan dendam dan kebencian yang tak mudah dihilangkan.

Adapun terkait dengan kejadian di India, dia melihat hal itu adalah pembantaian yang melibatkan pemangku kekuasaan.Sedangkan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (NU) New York Akhmad Sahal melalui akun @sahaL_AS mengutuk kekerasan atas nama agama terhadap minoritas muslim.

Baca Juga :Muazin Di London Ditikam Saat Azan

“Derita minoritas muslim yang jadi sasaran persekusi dan kekerasan kaum radikalis Hindu di India. Kekerasan atas nama agama apapun terhadap pengikut agama apapun harus dikutuk! Turut berduka cita atas muslim yg jadi korban di India. Lahumul fatihah,” kicau Akhmad.Selain berkomentar soal peristiwa dugaan diskriminasi terhadap muslim, akun @myusuffin berkicau tentang produk India. Dia menunggu apakah peristiwa tersebut akan membuat produk India diboikot.

“Lagi nungguin seruan aksi boikot produk India atas apa yg terjadi di sana,” kicau @myusuffin.Hal senada juga disampaikan oleh akun @smartAde091 yang mengusulkan untuk memboikot produk India. Kicauan itu adalah komentar ada kicauan yang disampaikan oleh akun @faridwadjdi yang menyampaikan bahwa ada seorang anak berusia 14 yang ditembak oleh ekstrimis Hindutva.”Boikot produk india di indonesia,” kicau @smartAde091.